Minggu, 10 Januari 2016

Selamat Datang Di Selabintana

Kamar gue jam 2 belum ready. Gue nunggu di kamar teman yang belum sampai Sukabumi. 

Masuk ke kamar itu, gue sudah langsung merasa bau-bau tak ramah. Kata mereka bau hantu. Kata gue, bau gak pernah ditinggali.

Gak kebayang si Cici MC akan nginap di sini.

Hotel ini memang hotel tua. Konon paling hits di jaman Soekarno.

Baru beberapa jam gue sudah gak betah. Bukan karena hantu. Tapi karena lacinya ada kue berjamur, kasurnya bau, dan kamar mandinya gak bersih.

Gue dkk langsung kabur ke salah satu restoran di hotel yang lebih terasa hotel berharga empat ratus ribu.

Gak pengen cepat-cepat balik ke sana. Malah bikin-bikin video hantu buat menyambut Cici MC yang masih di perjalanan.

"Selamat datang di Selabintana...," kata Atid versi Ratu Adil dengan mata berkedip seram dan bibir bergerak ala Chucky.

Ngeriiii.

Kami pun tertawa-tawa.

Di perjalanan pulang, ketemu mobil si Cici MC di depan hotel dalam perjalanan pindah ke hotel lain.

"Kalian sih bikin video begitu," kata mempelai wanita yang meng-host kami. 

Udah stress memikirkan kawinan besok, tambah stres melihat MC-nya kabur.

"Sori ya. Tadinya cuma lucu-lucuan," kata gue.


Tapi tetap terkikik dalam hati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar