Minggu, 10 Januari 2016

Bosan Di Bandung

Hari ini gue sampai di Bandung dengan berbagai To Do List yang lebih murah di Bandung.

Potong rambut di Black Salon.

Nambal gigi di Dokter Betty.

Makan-makan di The Kiosk, sekalian ulang tahun Stella.

"Di Bandung tuh bosen ya. Mau ngapain coba? Paling makan, nonton..." tanyanya.

"Makanya kita harus bikin film deh. Pokoknya tahun ini Dongeng Bawah Angin dan Kepompong Mak Gondut harus jadi," jawab gue sebagai solusi membuat Bandung tak membosankan.

Indri memandang gue sambil mengangkat alis kanannya. Mungkin mau bilang 'ah atid mah tahun lalu juga bilang gitu', tapi takut gak dibayarin makan.

Tapi kalau tidak tahun ini, mungkin tidak akan bisa lagi.

Rumah Mak Gondut sepertinya akan segera dijual. Rumah ini bukan milik doi, tapi milik TNI-AD yang bisa dia pakai sampai mati. Tapi itu kata Menkopolkumham.  Beda dengan Kepala Staf Angkatan Darat yang maunya semua pensiunan keluar dari rumah Angkatan Darat.

Karenanya, shooting Kepompong Mak Gondut harus secepat mungkin. Bikin film action kaya Kepompong Mak Gondut di Jakarta pasti mahal sekali.

"Ya udah nonton aja yuk. Ada film apa sih?"

"Star Wars aja yuk."

"Aduh gue gak suka nonton Star Wars. Cowo banget."

"Yang kali ini beda kok.  Pemeran utamanya cewe."


Semakin banyak film action dengan pemeran utama cewe. Another sign for Kepompong Mak Gondut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar