Sabtu, 09 Januari 2016

Motivasi Bikin Film

Hari ini gue jadi mentor workshop film di SMA gue dulu. Gak ada lagi yang sama. Semua gurunya sudah berubah.

"Motivasi kakak bikin film apa?" taya salah satu peserta dari SMA lain.

"Ya gue bikin film kalau gue resah. Misalnya kaya film pertama gue. Tentang cinta beda agama. Kenapa  Tuhan nyiptain kita beda-beda kalau Tuhan hanya ingin disembah dengan satu cara?"

Muka guru dan anak SMA tuan rumah langsung berubah shocked.

Gue lebih shocked melihat mereka shocked.

Lima belas tahun yang lalu, ngomong begitu di SMA ini sudah jadi hidangan sehari-hari. Makanya SMA ini terkenal gak cuma pintar dan progresif, tapi juga kreatif.

Nggak juga sih. Lima belas tahun yang lalu, SMA ini terkenal gara-gara cheers-nya cakep-cakep. Bukan karena pintar, progresif, dan kreatif.

Sekarang, mereka gak lagi punya Cheers.

Dilarang DKM.

Gue shocked.

Di ibukota propinsi yang melarang jaipongnya sendiri, seharusnya Cheers dilarang sudah bisa  gue ramalkan.


Gue resah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar