Sabtu, 09 Januari 2016

Fastival Film Beda

Gue diminta jadi juri sebuah festival film perempuan yang diselenggarakan di pusat perbelanjaan elite di Jakarta.

"Kalau kata festival Singapur sih, mereka bilang festival mereka yang sebenernya kecil tuh jadi berasa gede karena mereka bikin gala dinner. Lo usulin aja mereka bikin gala dinner trus ngundang all the powerful women producers. Biar festivalnya dikenal dulu. Tahun depan lebih gede deh," kata seorang teman sutradara.

Mumpung gue berurusan dengan tempat ngumpulnya the elite class of Jakarta.  Mungkin selera film mereka berbeda.

Ternyata mereka baru saja membuat acara screning film yang juga laku di Detos.

"Ibu-Ibu pengunjung kita suka sekali filmnya," kata perwakilan mereka.

Gue gak jadi mengusulkan banyak ide bagaimana membuat festival film yang sustainable.


I will just take the money and do my own thing.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar