Minggu, 10 Januari 2016

Premis 2015

"Jadi premis lo tahun ini apa?" tanyanya setelah nasi timbelnya habis. 

Gue mengunyah kangkung empat puluh ribu gue sambil berpikir.

"Be still."

"Kenapa be stilll?" tanyanya sewot mengingat menurut dia gue terlalu sering di rumah.

"Karena tahun ini gue banyak mencoba jalan memutar. Padahal gue tahu harusnya jalan lurus."

"Oh... jadi tahun depan lo bakal bikin film banyak dong ya?"

Gue mengangguk.

"Lo?" gue balas bertanya.

"There is a price for commitment," katanya sambil menyulut rokok.

"Lo?" tanya gue kepada teman lain yang dari tadi diam saja.

"Gue mau jawab 'There is a reason for everything', tapi udah diambil Miss Colombia."

"Jadi apa dong?"

Dia diam.

"Gue gak tahu. Tahun ini gue gak produktif."

"Gak harus produktif lah. It can be a reflective year... a love year... what was your year?"

Dia tetap diam, tidak menjawab.


Gue tidak memaksa, lanjut menghabiskan kangkung.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar