Rabu, 09 Desember 2015

Tua-Tua Delimah

Film yang memanggil dirinya Social Network-nya Indonesia akan segera dibuat. Gue kaget melihat nama sutradaranya bukan sutradara itu.

Sutradaranya muda... I think she will do a very good job in doing her things. Tapi kalau hendak mengkampanyekan diri ibarat David Fincher, she needs depth. She needs perspective.

And those come with age.

Di industri yang gak menghormati kedalaman dan sudah puas dapat penonton beberapa ratus ribu, mungkin sutradara muda akan lebih dihargai karena punya gaya editing yang lebih Youtubers dan beberapa juta followers.

"Nggak kok. Gue gak  jadi direct karena budget-nya gak masuk, " bantah si sutradara senior.

Oh...

Salah.

Ternyata sutradara tua lebih mahal.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar