Kamis, 10 Desember 2015

Tragedi Air dan Roti

Hari itu hari screening film-film hasil workshop anak SMA yang didanai bioskop mereka. Ini pertama kalinya screening di bioskop mereka. Biasanya di auditorium sekolah.  Mentor-mentor kegirangan karena biasanya setelah screening film, kami akan diajak makan.

Sebelumnya Hanamasa. Sebelumnya lagi  restoran Korea. Kali ini venue-nya Pacific Place. Lebih banyak  pilihan makanan enak di sana.

Sebelum masuk bioskop, semua penonton dibekali roti dan air dari sesama perusahaan Korea walau bernama Perancis. Mentor-mentor menikmati air dan roti itu dengan bahagia tanpa peduli identitas kebangsaan si roti.

Ternyata itulah jatah kami hari itu.

Air dan roti.

Kami pulang memble tanpa diisi makanan Jepang maupun Korea.

Langsunglah jempol mentor-mentor kelaparan memenuhi whatsapp group. Apalagi ketika kemudian workshop dipindahkan ke kantor pusat mereka dengan alasan  alat-alat workshop gak diperbolehkan keluar gedung  oleh Pengelola.

Kenapa gak boleh keluar? Itu kan alat mereka?

Disambung-sambungkan dengan alasan kenapa mentor-mentor hanya dikasih makan air dan roti.

Lalu kami pun diajak makan ke Hotel Mulia.

Tapi gosip air dan roti tidak berhenti begitu saja.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar