Kamis, 10 Desember 2015

Belum Pintar

Si pemeran utama Misteri Anu Jatuh ngajak ketemuan setelah beberapa hari gagal dihubungi. Dia bilang yang mau dia omongin gak bisa lewat telepon. Sebelum dia datang,  gue udah tahu dia  gak bisa ikutan film ini. Gue juga udah tahu kenapa.

Tapi gue datang juga.

Dia anak kyai mantan presiden dengan rambut warna warni.  Mamaknya khawatir kalau dia ikut-ikutan film yang potensial dituduh mendukung seks  bebas, keluarganya akan kena. Kemaren mereka bikin acara  Quran di-hybrid wayang aja banyak yang menghujat.

"Kayanya kalau bokap lo masih hidup, dia pasti berani mentertawakan mereka yang menentang wayang dalam Islam."

"Gue ngerasa gue masih kurang pintar untuk berani," katanya menerawang rindu bapak.

"Kata bokap lo, lo anak dia paling pinter," kata gue mengulangi katanya temannnya teman gue yang kenal dengan bokapnya.

Dia hanya diam. Sepertinya baru ngeh harapan banyak orang.

Andai saja dia laki-laki. Mungkin dia akan lebih didengarkan kaumnya. Gak harus terlalu pintar.

Beberapa bulan kemudian, namanya  muncul di billboard iklan pagelaran teater.

Mungkin sekarang dia udah pintar.

Mungkin teaternya gak perlu pintar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar