Kamis, 24 Desember 2015

Psycho Magnet

Kami bersembunyi diam-diam di kamarnya, jangan sampai ketahuan kalau kami belum tidur. Sambil berbisik, dia menceritakan kenapa dia gak mau sampai berondong itu nginap.

"Kayanya butuh father figure, jadi ngikutin gue ke mana-mana. Berusaha terlibat di setiap conversation gue.  Gue jadi risih banget," katanya tetap berbisik.

"The question is... kenapa semua psycho ngumpul di sekitar lo?" tanya gue mengingat Mbak-Mbak psycho sebelumnya yang juga mengikuti dia ke manapun. Dan juga mbak-mbak sebelumnya lagi.

Baru ngeh, dia tambah freak out.

Mungkin karena dia selalu mendengarkan. Dan semua orang ingin didengarkan. Apalagi psycho-psycho yang sudah tidak ada lagi yang mau mendengarkan. Makanya semua ngumpul di sekitar dia.

"Jadi lo apa kabar?" tanyanya.

Gue pun mulai bercerita.

Eh...

Damn.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar