Senin, 07 Desember 2015

Bumi Yang Tak Damai

Namanya Bumi Serpong Damai. Lucky suka karena rapi, jalannya besar-besar, dan mengingatkannya pada kampung halamannya, LA.

Minus bintang Hollywood tentunya.

Tapi kan BSD tuan rumah FFI tahun ini.  FFI itu Oscar-nya Indonesia, cuma beda tipis.  Oscar menghasilkan duit, FFI ngabisin duit.

"Di sini gue jadi punya rutinitas. Tiap pagi bisa nyiram halaman. Kaya suburban housewife gitu," kata Lucky sok Terry Hatcher.

Menurut Lucky, Serpong dan sekitarnya is the future. Banyak universitas mahal di sana.

"Begitu lihat bangunannya, I knew I would have my cinema here," kata Lucky menceritakan sebuah ruko kontemporer seharga 13 M.  Dalam 6 bulan mungkin udah 19 M. Dalam sepuluh tahun, duit sewanya pasti cukup bikin Lucky gak perlu siram halaman sendiri.

If this is future, please kill me now.

Jadi mau kau masa depan macam apalah?

Yang banyak rumputnya. Yang bangunannya kecil-kecil tapi beda-beda.  Yang nyaman jalan kaki. Yang tetangganya berkecukupan tanpa bikin orang lain kekurangan.  Yang kotanya tumbuh karena inisiatif sendiri. Yang pemimpinnya kompeten. Yang  berdoa macam mana pun gak ada yang larang. Yang pasangan apapun bisa pegangan tangan di mana saja tanpa dicemooh.

Bah! Indah kali. Dijamin pindah nanti itu Terry Hatcher Serpong.  Lupa dia nyiram rumput.

Bisa gak Bandung begitu?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar