Senin, 14 Desember 2015

Pride and Instagram


"Elu tuh gak gaul banget sih," kata Lucky hopeless mendengar gue gak tahu nama yang dia sebut.

Ternyata seleb instagram.

"Harus ya punya instagram?" jawab gue malas.

"Emang lo gak pengen share sama orang-orang hal-hal yang bikin lo bahagia?" tanya Lucky.

Instagram buat gue is nothing about sharing the joy. It's a tireless competition to have more and more followers, sampai waktunya digantikan  apps social media lain yang lebih nge-hits. Then the hunger games begin again.

And I was never the popular girl in school.

"Kan lo dulu suka moto. Suka gambar. Harusnya orang kaya lo tuh cocok banget instagraman," kata teman yang lain.

Selain gak gaul, ternyata gue juga terlalu sombong. Gue gak rela naro foto gue di instagram, bersama  gerombolan  account lain yang menyebut dirinya fotografer.

"Pride proceeds failure," kata Cate Blanchett di ruang tamu orang, di layar laptop gue. Di sebuah account youtube gratisan berisi wawancara eksklusif semua filmmaker favorit gue.

Sebagai sesama Taurus di mana 35% otak kami konon isinya ego, dia mungkin ngerti betapa pentingnya pride.

This pride might keep me away from civilisation and all the exciting things happening outside the mainstream. Seperti account youtube ini, misalnya.

Jadi kubuatlah instagram.

Ternyata yang hits sekarang Snapchat-an.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar