Senin, 14 Desember 2015

How To Wear A Bra

"Pakai BH-nya kok gitu?"

Dia melepas BH-nya kembali, menyuruh gue mengikuti.

"Gini nih."

Dia menunduk sambil memastikan kedua bulatan itu didorong gravitasi masuk penuh ke tempatnya.

Gue ikut menunduk.

Dia berdiri, mengikat kait di belakang BH-nya.

Gue ikut mengait.

"Tuh bawahnya masih keluar-keluar," katanya.

Dia membantu mendorong kedua dada gue masuk ke tempat yang seharusnya.

"Jadi selama ini lo kalau make BH begini?"

Dia menggeleng-gelengkan kepalanya, tak percaya gak ada yang mengajari gue make BH.

Dia terlambat datang.  Dada gue yang melimpah ruah selama ini dipakaikan BH kekecilan dengan cara pakai gak benar. Jadilah dada gue terlanjur ngondoy.

Sampai suatu hari dia datang dan memaksa gue membeli BH 500 ribuan dua biji.

"Pakaian dalam itu jauh lebih mahal dari yang luar," katanya.

Gue menyeruduk, nemplok di dadanya. Dia tidak menolak.

Buk... BH-nya turun, mengikuti buah dadanya yang merata saat tidur.

"Kok BH lo kopong?"

"Berisik," katanya sebal, membenamkan muka gue di dadanya, biar gak bisa ngomong.

Gue langsung bobo.

Home.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar