Senin, 21 Maret 2011

Doa

Tuhan, terima kasih atas berkat yang kau berikan.
Ajari kami untuk menjadi berkat bagi orang lain.

Amin.

Doa makan, doa tidur, doa boker, semua sama.

Karenanya setiap acara sudah terbatas waktu, pasti gua yang disuruh berdoa.

Singkat. Padat. Gak jelas.

"Masa doa kaya gitu?" protes Mak Gondut yang belum sempat tutup mata, doa sudah selesai.

Bukan karena gua malas berdoa. Bukan juga karena gua tak bisa merangkai kata. Tapi karena gua gak tahu mau minta apa selain terima kasih.

Produser, Uang, Pacar, pasti semua dikasih tanpa diminta. Jadi buat apa berdoa?

"Buat doain orang yang sedang sengsara?"

Sengsara adalah nikmat. Sakit penyakit, come to mama.

Jadi untuk apa berdoa?

Untuk mendengar.

Hah?

Untuk mendengar.

Lo kira lo doang yang pengen bicara?

Makanya lo selalu gelisah dan gak tahu arah. Doa lo ngomong mulu, ga pernah denger.

Doa adalah komunikasi dua arah.

Tuhan, terima kasih atas berkat yang kau berikan.
Ajari kami untuk menjadi berkat bagi orang lain.

So. Before amin, do you have anything you want to tell me?

1 komentar:

  1. jarang bertemu orang yang sadar akan doanya.

    BalasHapus