Selasa, 15 Maret 2011

Piracy

Federal Warning: Piracy Is A Crime.

Itu kan di negara anda. Di negara saya, pembajakan itu mulia. Siapa lagi yang bisa mendidik bangsa selain karakter-karakter di DVD bajakan? Para pemimpin yang mjeng di televisi tidak mampu menggugah hati kami walaupun dengan senyum tulus di iklan 2 milyarnya.

Kota Kembang is our MIT. Semua judul DVD dapat kami akses dengan hanya 5000 rupiah saja. 7000 kalau di jakarta. Anda tahu berapa yang harus kami bayar kalau ke pusat film negara kami?

Kalau gak dapet di kota kembang, bisa buka internet. Working Girlsyang dibuat Lizzie Borden saat saya masih balita pun ada.

www.filetube.com

Ini kaya you tube tapi bisa didownload. Susah kalau nonton di youtube. Maklum internet negara kami tak bisa lebih cepat dari militernya. Bisa keburu manula kalau harus nunggu streaming you tube.

Download gratis hanya bermodal kesabaran menanti film yang telah dipecah sepuluh kembali bersatu sebelum bisa ditonton. Kalau gak mau nunggu, ya bayar saja 50 ribu sebulan. Lebih murah dari harga DVD terbitan Paman Sam.

Pengen nonton cin(T)a? Kalau yang ini masih bisa ditonton di youtube. Yang upload bangsa sendiri.

Selain menguntungkan filmmaker, pembajakan pun menguntungkan banyak pekerja yang diserap industrinya: pembuat DVD, preman, penjual, dan polisi.

Berapa banyak yang dirugikan? Para produser film tentunya. Tapi hanya Jerry Bruckheimer dkk. DVD Indonesia nggak dibajak.

Tapi kok cin(T)a ada di Glodok?

Ya gak apa-apalah satu dua. Cuma pelu sedikit bumbu positif thinking, simsalabim, piracy turns into flattery.

Ingatlah betapa kita telah dididiknya. Tanpa dia, kita harus puas menonton film di TV yang tak mengerti kita.

Filmmaker harus lebih kreatif untuk mencari uang. Toh pendapatan terbesar filmmaker masih dari bioskop dan TV. Lupakanlah DVD. Begitu DVD keluar, yang beli DVD hanya segelintir mahkluk berbudaya dan berharta.

Jadi bagaimana agar kita tetap bisa nonton berbagai film impor tapi filmmaker tetap kaya raya?

1. Biarkan film kita dititipi produk-produk yang membayar mahal untuk dibuatkan film

2. Biarkan film kita disisipi pesan-pesan propaganda calon presiden pemilu berikutnya

3. Biarkan suami kita menafkahi lahir batin dan rela mendanai walau film kita hanya ditonton 100 ribu orang

4. www.cookafilm.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar