Sabtu, 03 Oktober 2015

Stand Up Mami


Tiga buah voor rider mengawal ambulance Opung Mak, bus hijau bertuliskan Mabesad, dan mobil nguing-nguing lain menuju Tanah Kusir melintasi kemacetan Jakarta jam 5 sore.

Sejam sampai.

Berasa lebih singkat karena  Mak Gondut stand up.

"Togar, masuklah kau ke dalam! Ada gurumu lewat, nanti ketahuan kau gak sekolah."

Mak Gondut menirukan gaya Togar panik dari bangku bus paling depan. Semua mata di bus menunggu reaksi Togar.

"Opung yang masuk! Tadi kubilang ke guruku aku gak masuk karena Opung meninggal."

Gue takjub menyaksikan satu bus tertawa mendengar Mak Gondut. Berhubung gue udah dengar setidaknya tujuh puluh kali, jadi gue udah gak ketawa.

Abis ini pasti  cerita Mak Gondut hampir mati sesak napas pas kereta lewat di Senen, dan berpesan ke Papi beliin gue apartemen.

"Trus kan aku gak jadi mati... tetap ditagihnya apartemen itu!" seru Mak Gondut.

Semua tertawa.

Gue ikut senyum-senyum sikit. Cerita ini juga hobi gue ceritain ke teman-teman gue.

Tapi joke-joke kematian kalau diceritain nenek-nenek memang lebih ngena.

"Si Mak itu emang cocoknya jadi entertainer ya," kata Chica.

"Gue rasa kalau dia lebih dengerin orang, pasti bakal lebih bagus," jawab gue.


Same goes to me.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar