Jumat, 23 Oktober 2015

Belajar Mengajar

Setelah jadi juri kompetisi film Bandung di mana spesies film bagus masih belum berevolusi, gue membuat  workshop mulia Kepompong Cerita agar  filmmaker muda Bandung setidaknya ngeh apa itu premis.  

Terkumpullah 5 penulis. Ada penulis profesional yang sudah nulis 6 buku dan buku favoritnya adalah bukunya sendiri. Ada mahasiswa DKV mother complex, ngakunya bukan gay, dan ingin bikin film lesbi. Ada perawan berjilbab yang ingin menikah sesuai harapan orang tuanya di kota kecil yang tak ingin lagi ditinggalinya.  Ada juga mbak-mbak Pati yang kecilnya gak punya teman dan imajinasinya membawanya ke film-film psycho Jepang. Ada juga mahasiswa idealis yang mengira dirinya suka bikin film anak kecil yang menginspirasi.

Dari mereka semua, yang gue kira punya potensi untuk punya 'something to say' di filmnya hanya si mbak-mbak Pati simply karena hanya dia yang jelas suka nonton film.  

Tibalah hari mengumpulkan naskah.

Si Pati tidak mengumpulkan. Bahkan tak ada kabar.

Yang sepertinya potensial untuk dibuat hanya cerita si Profesional Berbuku Enam, walaupun bukan jenis cerita 'something to say' yang ingin gue produseri.  

Gue jadi malas bikin Kepompong Cerita berikutnya.

Mungkin gue bukan pengajar. Pengajar harusnya melihat progress, gak cuma hasil?

Mungkin motivasi gue yang salah. Gue mengajar karena ingin film orang lain menjadi seperti gua, punya something to say. Makanya gampang kecewa.

Mengajar itu belajar. Coba ingat-ingat semua yang kau pelajari selama Kepompong Cerita ini. Ingat sharing Bu Indah tentang asal usul Bandung? Jadi kau tahu Bandung itu asalnya bukan sarang orang Sunda, tapi  sarang maung.  Sunda-Sunda baru datang setelah si Belanda bikin jalan pos dan si Cina bikin toko di sekitarnya.

Ingat film-film keren yang kau tonton? Mana kau tahu ada film Cities Of Speed kalau bukan karena Kepompong Cerita.

Mungkin lain kali semua motivasi mulia harus dijauhkan.


Gue mengajar buat gue sendiri. Biar gue mengerti bagaimana membuat orang mengerti.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar