Senin, 02 Mei 2016

Buku Tulis

Dia menggunting-gunting script-nya dan ditempel per scene di setiap lembar buku tulisnya. Di bawah setiap guntingan, dia tulis tujuan setiap scene dan emosi apa yang ingin dia ceritakan dari setiap scene itu.

"Kok film yang kemaren lo gak bikin ginian?"

"Yang itu kan gue udah hapal."

Yang ini film pesanan, remake sebuah film remaja jaman dulu di saat Rano Karno dikategorikan seganteng Nicholas Saputra. Nulis scriptnya tiga bulan, bukan delapan tahun.

Gue membuka-buka buku tulis itu. Dia punya Ipad, Tabs, Iphone, Macbook Pro, dan Macbook Air. Kenapa dia masih memakai buku tulis?

"Lo kaya Oma-Oma deh."

"Berisik."

Di halaman pertama buku itu, dia tuliskan 9 pengingat selama dia shooting. Diawali dengan 'be truthful' dan diakhiri dengan 'be grateful'.

Diam-diam di film gue berikutnya, gue juga mau beli buku tulis.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar