Senin, 04 Juli 2016

Jalan Strategis

Di antara tempe-tempe Jogja yang dibukus daun segitiga, tiga filmmaker gak puasa bercerita.

Yang satu sadar dia tidak bisa idealis. Dia memilih jalan strategis biar bisa berkarya sambil tetap menghidupi anak istri. Caranya dengan bikin film setahun 3 film dengan rasa beda-beda. Yang satu rasa arthouse. Yang satu rasa penonton ratusan ribu. Yang satu rasa campur-campur, festival bisa bioskop bisa.

"Biar gak ada yang bisa nge-klaim aku tuh apa," katanya.

Teman yang lain ingin mengikuti jalannya, ingin mapan secara finansial, ingin kejar setoran. Ia baru saja bercerai dengan istrinya yang selama ini  menjadi breadwinner sementara dia mengambil peran jaga anak di rumah.

"Kalau gue jadi lo sih gue balik ke Banyuwangi, kelola tanah keluarga lo, sambil bangun komunitas atau festival di sana," usul gue.

Mumpung dia punya aset dan mantan istri yang bisa nyari duit. Jalan strategisnya bisa berbeda. Tidak semua orang harus bikin film di industri. Kita butuh jenis film lain.

Kami kembali makan tempe.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar