Senin, 04 Juli 2016

Akibat Malas Jalan


Dari Kayumas, Uber berjalan lancar sampai mendekati Bundaran HI. Sudah setengah jam kami di sini, menanti giliran diperbolehkan menyeberang ke bundaran.

"Orang-orang dapat THR berapa ya, Mbak? Kok belanjanya di Plaza Indonesia?" tanya supir Uber.

"Paling belanjanya di Grand Indonesia, Mas. Kata kakak saya yang lagi di Plaza Indonesia, di sana sepi."

Tiba-tiba polisi menutup jalan di depan kami. Kami gak boleh menyeberang, diarahkan belok ke kiri, mutar di bawah jembatan Tosari. Gue terlalu malas untuk jalan kaki saja ke Plaza Indonesia yang sebenarnya sudah di depan mata. Uber gue biarkan nurut belok kiri.

Macet. Sejam kemudian, belum juga bergerak.

"Mbak kita balik lagi aja ke tempat tadi trus mbak jalan dikit gimana?"

"Boleh deh," jawab gue.

Dia pun mengembalikan gue ke tempat awal. Gue berjalan dengan rasa menyesal. Tau gini gue jalan aja dari awal. Gak buang waktu. Gak buang ongkos.

Bon Uber datang. taunya Hanya 22000. Tarifnya flat karena gue memakai Uber Pool walaupun cuma sendirian. Berarti si supir pun hampir dua jam nyetirin gue gak dapat uang tambahan?


Tambah menyesal.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar