Sabtu, 30 April 2011

Sehari Bersama Tante

"Nanti malem kita ke perbatasan yuk. Kita tidur di mobil aja. Besok kan pesawatnya baru jam 6 pagi," kata Tante begitu sampai Kalimantan, lupa kemaren baru tidur subuh.

Ternyata 12 jam bolak-balik.

"Kita ke rumah sakit pedalaman yang kata lo aja yuk. Cuma 8 jam kan? Pulang seminar jam 4an kita langsung cabut aja," kata Tante lupa besok masih ada penutupan festival yang harus dihadiri.

Ternyata masih jauh dari Jalan Lintas Negara. Bisa-bisa ketinggalan pesawat ke Jakarta. Si Bungsu bisa ngambek kalau Tante nggak sampai Jakarta jam 9 buat nonton dia berperan jadi Gunung Meletus di drama sekolahnya.

"Kalau gitu, nanti malam kita naek perahu aja di Sungai Kapuas," kata Tante tak rela menghabiskan kali pertamanya di Pontianak di kamar hotel.

Siang ini, makan bak mie kepiting dulu deh.

Babi?

Ya gak papa lagi musafir.

Juara!

Dilanjutkan bla bla bla workshop, jam 5 Tante udah langsung lincah melewati mahasiswa-mahasiswa yang minta diladenin satu-satu. Malah gue yang terjebak, nyangkut.

Buru-buru ke Kapuas, sebelum magic hour.

Gue langsung euphoria dengan eksotisme Kapuas. Nggak mau ketinggalan moment, semua ibu-ibu mandi di sungai coklat direkam sempurna.

Tante nongkrong di warung, ketawa-ketawa dengan warga.

Ternyata tempat ini namanya Banjar.

Setelah matahari tak lagi meminjamkan cahayanya ke 7D aye, baru kita menghampiri perahu sup ikan asam pedas.

Juara!

Sampai lupa kalau di Sungai inilah Kuntilanak pertama kali muncul. Dan kami tak punya meriam untuk mengusir. Mungkin doi tadi muncul, tapi pergi lagi karena gak dipeduliin. Lebih peduli asam pedas.

Dilanjutkan Pisang!

Apa daya diborong abis rombongan mentri yang nginep di kamar sebelah.

Ya sudah chai kue saja. Isinya bengkoang, kucai, ketela, dan kacang. Dikukus, bebas babi. Natalie Portman pasti suka.

Dibuat fresh on the spot, hanya 800 rupiah saja.

Juara!

Mampir di bingke. Ada susu, pandan, keju, pisang... hanya sepuluh ribu saja.

Juara!

Bubur pedas belum.

Malem, gosip Negara Islam Indonesia sambil makan teh panas dan bingke.

Dan beratnya tetap 52.

2 komentar:

  1. WAWWWW, ke kota saya yah????

    BalasHapus
  2. Ha? Siapa tied yg beratnya 52, can't be u kan? Haahaha..gw aja 53 kali.. Hihiiiii..

    BalasHapus