Senin, 20 Juni 2016

Seni

Melihat lukisan itu seperti dituntun melihat keindahan, keresahan, dan ke-an lain yang seringkali berserakan di sekitar kita tapi tak lagi kita lihat karena penglihatan terlalu berisik. Karenanya, hari ini gue bela-belain ke sebuah pameran walaupun konon dibayari penjajah.

"Kalau mau beli tiket, harus pakai e-money. Tambah 10.000," kata yang jaga tiket.

Ini pameran atau jualan e-money?

Tapi tetap gue beli.

Di dalam, Millenials silih berganti berfoto di depan karya dengan gaya paling instagramable. Karya apapun, tanpa berminat baca siapa yang bikin atau kenapa dibikin.

Gue memutuskan keluar sebentar, minum Nestle dalam segelas pelastik untuk mengumpulkan mental agar bisa kembali mencuri hikmat dari karya-karya yang ada walau dikelilingi instagrammers.

I'm ready.

"Mbak, kalau mau masuk lagi harus beli tiket lagi."

Pulang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar