Jumat, 08 April 2011

kickstarter

Bess Rogers creates a music video for a hidden track off her debut that is “… actually backwards, but if you reverse it, it’s a sexy song about butts called ‘Touch My Booty!’”

Bess Rogers? I don't know you, but I love you!

Gue menjelajahi www.kickstarter.com, mengagumi mata berseri-seri manusia-manusia di balik proyek-proyek usil yang minta duit dari kita melalui situs ini.

Film. Musik. Video game. Pendingin kopi...

Oh I'd love to meet them all.

"Kenapa sih dia sukanya bikin film yang pindah agama mulu?" tiba-tiba sms salah satu temen, membawa gue kembali ke Indonesia.

Ngik. Bagus dong pindah agama. Asal bikin lebih baik ama orang lain. Jangan jadi merasa lebih baik dari orang lain.

Klik. Klik.

Penasaran. Kickstarter.com berubah menjadi Uncle Google. Baru launching kemaren, hasil searchnya udah 133.000

Agama memang selalu menuai kontroversi. Dari Monty Python, Passion Of Christ, cin(T)a...

cin(T)a nggak sih. Yang bikinnya gak tenar. Hasil searchnya cuma 8750.

Berbagai komentar seram dan kasar pun mewarnai layar komputer gue. Semuanya dari mereka yang mengaku para pengikut Tuhan.

Gue jadi bertanya-tanya , adakah mahkluk di luar sana yang lebih terbelakang dari manusia? Atau manusia emang udah paling barbar dan primitif di lingkungan jagat raya ini?

Sejak agama-agama berubah menjadi travel agent ke surga, urusan pindah agama jadi sensi. Sekalipun buat mereka yang sehari-hari tak terlihat beragama.

Untung Tuhannya maha pemaaf dan maha penyanyang. Gak kaya pengikut-Nya. Galak-galak.

Hoahmmmm...

Klik. Klik.

Mataku kembali diberi nutrisi bergizi dari www.kickstarter.com

Friedrich Kirschner bikin Moviesandbox, sebuah open-source 3D animation tool. 3D gampang dan Gratis booo... gratis! Jadi pengen bikin film animasi.

Jonathan Mann sejak 1 Januari 2009 udah bikin lagu sehari satu. Mak! Gue bikin tulisan sehari satu aja suseeee...

The Husky Jackal Theater Company bikin teater yang menyatukan shakespeare dan Terminator 2!!!

Ternyata banyak sekali hal menarik di dunia ini selain jadi travel agent.

Kamis, 07 April 2011

Love Or Fear

I listen as my day unfolds. Mencoba berlari another 4 keliling. I thought after 2 months lari pagi, it would be easier.

I challenge what the future holds. Menikmati suara burung dan matahari pagi. Sambil satu langkah kecil at a time.

I try to keep my head up to the sky. Sinar dari balik jejaring siluet yang sepertinya dahan. Atau sel jantungku?

Lovers, they may cause me tears. Menjelang keliling ke tiga, the toughest one. Ayo, biar dahan-dahan dada ini dilewati matahari.

Go ahead release my fears.

Apa gue jalan dulu satu keliling ya?

Stand up and be counted. I am not ashamed to cry.

I gotta be bad, I gotta be bold, I gotta be wiser, I gotta be hard

Not too hard.

I gotta be tough, I gotta be stronger, I gotta be cool, I gotta be calm, I gotta stay together...

Satu keliling lagi.

I herald what my mother said.

Kadang-kadang.

I read the book my father read.

Hari ini buku itu bercerita tentang seorang pria flamboyan yang mengusir setan dari dua warga desa yang selalu menyulitkan warga lainnya.

Go!

Setan pindah ke babi. Babi-babi kesurupan nyemplung ke laut. Desa menjadi aman sentosa.

Warga desa malah ngambek. Hartanya nyemplung ke laut.

I try to solve the puzzles in my own sweet time. Kenapa mereka lebih cinta babi?

Some may have more cash than me. Padahal kan hidup mereka jadi damai tanpa arwah-arwah pengganggu.

Others take a different view. Mungkin memang babi lebih berharga dari manusia.

My oh my heh, hey

Nguik.

Kok gak nyampe-nyampe juga? Hffff....

I don't ask no questions, it goes on without me. Apa tiga keliling aja ya?

Leaving me behind if I can't stand the pace. Jalan dulu sekeliling, ntar lari lagi.

The world keeps on spinning. I can't stop it, if I try to.

Jantungku, are you OK? Can't we stand another round?

This time it's danger staring me in the face.

Fhhhhh... Gak kuat lagi ...

I listen as my day unfolds

Jantungku, I love you. I want you to be healthy. Tapi aku takut kamu berhenti.

Go ahead release my fears.

I gotta be bad, I gotta be bold, I gotta be wiser, I gotta be hard, I gotta be tough, I gotta be stronger, I gotta be cool, I gotta be calm, I gotta stay together...

Empat keliling!

All I know, love will save the day.

Rabu, 06 April 2011

Mencari Mami

Dicari: Mak-mak gondut yang kepo, suka ngendus-ngendus urusan publik, mukanya gak galak, malah agak-agak minta dikasihani, umur mid 50's tapi bergaya 20's, bermotif maung-maung dan zebra-zebra, terancam kebotakan dini, gemar poco-poco...

Tapi bukan emak gue!

"Kalau Mami yang maen pilim kau, mami siap deh komit 100 persen," katanya menambahkan. Dari muda Mak Gondut pengen jadi artis, tapi gak boleh ama Opung.

"Dang maradat," kata Opung.

Setelah mamaknya rest in peace, bisakah Mak Gondut memerankan seorang mak-mak Batak yang pengen jadi artis tapi malah milih kawin?

Bisa.

Asal sutradaranya diganti. Bisa-bisa filmnya gak jadi-jadi.

Kalau Mak Gondut yang maen, sebenarnya mengurangi satu PR mencari rumah. Gak perlu pusing nyari rumah eklektik mengikuti selera musiman pemiliknya, a.k.a rumah gua.

Gue bisa konsentrasi nyari setting untuk mall, penjara, rumah sakit, lapak DVD bajakan, tempat premiere film, kosan di gang, universitas, kantor partai politik, kantor PH di Singapura...

Monyet! Ini yang bikin script gak mikir apa? Ngakunya indie, tapi lokasinya banyak banget. Mahal-mahal pula.

Sepertinya shooting Demi Ucok akan menjadi 3 minggu full of shooting curi-curi di berbagai lokasi ogah bayar. Thanks to 7D yang membuat shooting terlihat foto-foto biasa.

Yang jadi A Cun, Sunny Soon aja.

Niki... Jihan aja deh. Tapi kan doi gak Batak? Ah bisalah. Bilang aja campuran. Muka doi juga udah gajebo, mudblood berbagai benua.

Patra Aditia... aduh si Patra Aditia gue jadiin apa ya? Dia dan sindikat 'scene di cut'-nya bisa-bisa memboikot shooting kalau karakternya diapus lagi. Jadiin mas-mas salon ajalah.

Mbak. Lebih seru.

Mak Gondut... yang jadi Mak Gondut...

Ihhh... masa emak sendiri?

Yasmin Ahmad di film pertama pake emak babe sendiri sih. Tapi kan ini film ke dua. Dan emak babe doi gak rese kaya emak gue.

Belum lagi entourage Mak Gondut yang pasti ngantri minta kebagian screen time begitu Mak Gondut dapat peran: anaknya, kakaknya, adiknya, tetangganya dulu di Kampung Anggrung. Demi Ucok bisa-bisa dikudeta Inang-Inang Batak banci tampil.

Apa gua pindah shooting ke Jakarta aja biar gak dibuntuti gerombolan Mak Gondut?

Tapi Jakarta pusing! Males ke mana-mana. Bisa-bisa satu hari cuma 3 scene.

Sepusing-pusingnya ibu kota, lebih pusing ibu sendiri.

Selasa, 05 April 2011

Berusaha Tertawa

Ada suami istri yang mau gue kenalin ke kalian. Mereka lagi di Serukam, 1 Mei udah balik ke Amerika. Tapi tergantung bos gue nih. Dia mau nggak ngasih gue cuti?

Akibat 2 pregnant ladies, kantor sibuk. Dia sudah cuti dua minggu IVF, kemaren-kemaren.

Bang Ucok juga lagi gak mau jalan-jalan. Katanya mahal.

IVF tujuh belas ribu dollar, gagal.

Tapi kayanya sih dia lagi sensi aja. Gue juga sih. Lo rayu dia deh biar mau jalan-jalan.

Iya deh. Besok gue kasih kiranti, biar gak sensi.

Huahahahaha

Syukurlah dia ketawa.

Bos kakak diracuni kiranti aja dulu, biar ngasih cuti.

Ntar gue di-sue percobaan pembunuhan lagi.

Ya kirantinya jangan dicampur baygon-lahhhh.

Nggak kok. Hit. Lebih murah.

Tiga roda aja kak. Ada yang warnanya senada kiranti.

Tapi gak bisa besok dong. Di sini gak jual tiga roda.

Kalau Bang Ucok kiranti-nya gue campur hit juga gak?

Jangan nanti dia jadi bau hit.

Tapi kalau campur Hit, jadi anti nyamuk dan kecoa lhooo.

Hahaha apaan sih kita jadi ngaco. Hahaha tapi gue jadi ketawa-ketawa sendiri.

Dia ketawa lagi =D

Ih gak penting deh bukannya kerja malah ngomongin obat nyamuk. Sana pura-pura kerja, biar dikasih cuti.

Daripada nangis-nangis sendiri.

Makanya kita jalan-jalan. Ntar nangis rame-rame sambil minum Tiga Roda. Lebih memabukkan dari vodka.

Buat the next one deh. Gak keburu buat besok.

Aduh nulis apa lagi ya biar dia ketawa?

Yasud. Gue siapin ramuan buat bang ucok. Jangan bilangin dulu itu kiranti. Kalau udah addicted, baru kita buka.

Aiyooo , yu so bad lahhh

Kakak urus si bos ya.

Tapi lo jangan bilang dia PMS ya. Pastia dia nggak ngaku. Pasti bilangnya gue yang PMS.

Tapi nulis di blog gak janji ya.

Pasti lebih PMS gue lahhhh. I'm the mother of all PMS. Bang Ucok pasti kalah rese ama gue.

-she has signed out-

Ahhh... ternyata gua kurang lucu.

Inang-Inang Medan

Ketua FPI Medan dan antek-anteknya dengan semena-mena merubuhkan rumah seorang ibu dan bayinya yang baru lahir.

Inang-inang sekitar mengamuk. Mobil Ketua FPI Medan dikeroyok Inang-inang.

Inang!

Kalau 'inang-inang' artinya jadi negatif.

Kabar gembira di antara informasi Twitter yang lalu lalang: betapa tidak efektifnya crowd funding, single tax untuk film impor, dan informasi lain yang berlalu tanpa meninggalkan rasa.

Gue tertawa-tawa di kamar sendirian, membayangkan belasan Inang dalam baju berbagai warna menyerang pendekar-pendekar berpakaian putih-putih yang biasanya berteriak lantang atas nama Tuhan. Sekarang mereka kabur ketakutan, bersembunyi di balik polisi.

Melihat presiden yang hanya bisa prihatin dan polisi yang hanya bisa nonton mayat-mayat dipukulin, aksi mereka membangkitkan sebuah rasa yang sudah lama tersembunyi terkubur malu.

Rasa bangga jadi orang Indonesia.

Bangga jadi orang Batak.

Lebih bangga daripada ketika PSSI juara dua.

Now I have one more reason to make 'Demi Ucok'.

Karena Inang-Inang ini layak diabadikan.

Inang!

Inang-inang, mulai hari ini namamu akan tetap harum walau diulang dua kali.

Kebetulan

Tidak ada yang kebetulan.

Setiap perjumpaan. Setiap perpisahan. Setiap kelahiran. Setiap kematian. Tidak ada yang kebetulan.

Life happens in a split second. What do you do in that split second of that 'eyes meet eyes'?

The split second that matters.

Seperti bertemu seorang temannya teman di toko roti setelah lari pagi.

"Gue sekarang lagi freelance sampai bulan desember. Bikin program hari bebas angkot."

Young , brilliant, and energetic. Mungkin bisa jadi asisten produser.

Seperti bertemu tukang jahit teman yang ternyata juga teman.

"Gue sekarang lagi sibuk. Juni gue free. Paling Juni awal liburan ke Bali."

Young, talented, and experienced. Mungkin bisa jadi wardrobe.

Seperti bertemu teman di rumah buku teman.

"Gimana website-nya?"

Young, talented, and acknowledged. Mungkin bisa jadi... apa ya?

Seperti perpisahan di rabu sore.

"Gue mau ke jakarta ketemu lawyer partner perusahaan yang baru. Moga-moga juli udah pindah ke bandung."

Young, talented, and bisa nyupir. Lumayan dapet supir pribadi.

Seperti bertemu seorang pendeta di Paris Van Java.

Gue membelok kiri, taunya dia berjalan di sana. Cantik, 40 something, dengan sedikit kerutan wajah bekas derita cerai tiga kali dan berbagai dosa dunia. Keluar dari lumpur, dia menjadi teratai yang kotbahnya menginsipirasi banyak orang. Termasuk gue.

Protagonis yang tepat untuk film gue berikutnya. Setelah Demi Ucok, tentunya.

Eyes meet eyes.

Gue berpikir, gue sapa atau nggak?

And my split second is gone.

Detik-detik berikutnya, gue mengharapkan perjumpaan ke dua.

My split second is gone.

Mungkin gue melewatkan takdir. Mungkin memang sudah takdir. Bukan sekarang gue ketemu dia. Mungkin nanti kalau Demi Ucok udah selesai.

What do you do in that split second of that 'eyes meet eyes'?

Tidak ada yang kebetulan.

Setiap perjumpaan. Setiap kelupaan. Setiap kesalahan. Setiap penyesalan. Tidak ada yang kebetulan.

700 juta

700 juta? I give you all 700 mil, but I get to have the copyright.

And no gay content.

700 juta? Ai kasih yu semuanya asal yu taro product ai di yu punya film.

Rokok.

700 juta? Satu M pun kukasih. Terserah kau mau minta berapa.

Kau ambil ceknya di sel aku besok.

700 juta? Pake duit Mami aja. Asal Mami masuk pilimnya.

Tapi pasti balik kan?

700 juta.

Ada nggak ya yang mau ngasih 700 juta dengan resiko duit gak balik, tanpa berharap copyright, bukan koruptor, bukan rokok, dan bukan emak gua?

Ada.

800 juta deh, om =D

Fault And Default

"Makanya lo jangan berharap ama manusia, karena manusia bisa mengecewakan," katanya sambil melirik gue. "Ya gak, Tid?"

Kok ngomongnya ke gue?

"Kok ngomongnya ke lo ya?" katanya menambahkan, berusaha membuat lirikannya terkesan bercanda. Seakan-akan kata-katanya bukan untuk gue.

Gue mengingat-ngingat sebuah buku yang gue tulis beberapa tahun yang lalu. Buku yang seakan-akan isinya bukan untuk dia. Adakah kata-kata itu di dalamnya?

Lupa.

Buku itu ditulis di suatu masa silam di mana gue masih hidup dalam ilusi bahwa teman-teman gue harus sevisi dengan gua. Ketika mereka ternyata bercela, gue memilih untuk mencari teman lain.

"Can't we just take our friends with all their faults and defaults?"

Emang visi apa ya?

Untung gue sudah melewati hari-hari penuh menghakimi itu. Sekarang aku bebas dari pretensi yang memberatkan hati sendiri dan mengurangi jumlah supir pribadi yang siap menghantarkan gue ke mana pun gue pergi.

Sekarang gue punya teman-teman lain.

You wish!

Hari ini teman lain menjadi lebih diam setelah gue bercerita betapa keren teman-teman gue lainnya. Betapa pintarnya mereka. Betapa mereka bermimpi. Betapa mereka melakukan perubahan, even sekecil apa pun, untuk Indonesia.

Gak kaya dia.

Dia cuma ingin hidup tenang. Tak pernah bermimpi mengubah Indonesia.

"Ya mungkin makanya cowo itu juga merasa gue aneh."

Dan mungkin makanya lo merasa gue aneh.

Awkward moment.

Nganter-nganter gue nyari rumah buat shooting, nganterin emak gue yang mobilnya mogok, nungguin gue lari pagi... ternyata belum cukup untuk menjadi temen gue. Gue ingin dia juga merubah Indonesia.

Can't we just take our friends with all their fault and default?

Tapi kan ada hal-hal penting yang fundamental dan harus kita pertahankan. Kalau terpaksa harus konflik, ya worth it. Seperti...

Seperti...

Seperti...

Seperti apa ya?

I guess nothing important enough to get us into a fight.

Hari ini gue mau belajar, menyayangi kalian apa adanya.

Yuk cuci mobil yuk.

Kamis, 31 Maret 2011

Papi Gak Jadi Pulang

Papi pergi ke Medan, berusaha menghubungkan dua teman dalam jual beli tanah 100 hektar. Lumayan dapat komisi satu dua persen. Aktivitas papi di sela-sela nyuci mobil, mandiin Boni Bonyet Mari, dan nganter-nganter Mami.

Hari ini Papi pulang. Opung sudah menanti-nanti anak kesayangannya datang membawa roti kacang merah. Sebenarnya anaknya ada sembilan, tapi cuma si Mondang yang dia cari-cari.

Eh, delapan. Anaknya sudah meninggal satu. Dua tahun yang lalu.

Dan hari ini adiknya yang meninggal. Opung Godang.

Papi gak jadi pulang.

Opung Godang yang mana ya?

Opung Godang itu yang tinggal di Siantar. Yang badannya tidak lebih godang dari Opung. Lebih sehat. Lebih muda.

Kok bisa dia pulang duluan?

Sementara Opung gak pulang-pulang di usianya ke delapan puluh sekian.

Akhirnya Opung memilih hidup di masa lalu. Malam-malam terbangun, panik karena Jepang menyerang. Atau bingung karena belum sempat memeriksa ujian. Belanda datang.

Atau tentang macan jadi-jadian yang akan mengambil batak tercantik di Jakarta, Chica.

???

Karenanya jangan bilang-bilang ke Opung kalau adiknya meningal. Biarlah dia hidup di dunianya sendiri. Di dunia di mana Belanda itu baik dan Jepang itu bodat.

"Mana Bapak kau?" tanya Opung.

Lima menit kemudian: "Mana Bapak kau?"

Tiga menit kemudian: "Mana Bapak kau?"

Daripada diajak ngobrol, mending gue pijitin Opung.

Opung malah mengira gue peduli padanya. Dari puluhan cucu Opung, gue jadi terikut jejeran 3 cucu-cucu baik hati (bersama Chica dan Echa)yang dikasih gelang sama Opung.

Gelangnya enyoi-enyoi, gak indah dipake. Ternyata 24 karat dan seharga 2 ipad.

Apa gue beliin i pad aja ya?

Chica mendengus. Gak rela gue dapet gelang juga.

"Mana Bapak kau?"

Opung sudah menanti anak kesayangannya pulang dan mengunjungi.

"Bilang aja nunggu tanahnya kejual dulu," kata papi.

Dan Opung terus menanti.

Rabu, 30 Maret 2011

Of All

Of all people, satu per satu kontingen perusak foto prewed berguguran. Tinggal gue dan dia.

Of all places, dia milih tempat ketemuan bernama Karnivor.

Karena si herbivor tak ada mangsa, mereka pindah ke Nanny's Pavilion. Tempat pilihan si herbivor dalam setiap perjodohan. Walaupun gak dapet suami, setidaknya dapet Peanut Butter Caramel Pancake gratis.

Tapi hari ini gak gratis. Karnivor sedang pengiritan besar-besaran.

Demi kawin. Demi jalan-jalan ke Australia minggu depan. Demi jalan-jalan ke Flores setelahnya.

Of all topics, dia memilih air.

"Bukannya menurut gue Ahmadiyah gak penting, tapi banyak hal lain yang lebih penting dan real tapi kurang seksi diangkat media. Misalnya pipa-pipa PDAM di Jakarta Utara yang dibocorin ama mafia-mafia air buat dijualin ke rumah-rumah. Pantesan PDAM rugi terus."

Atau tentang petani coklat Indonesia yang nomor tiga di dunia. Biji-biji hitam seharga emas ini sekarang dikuasai Nestle.

Real. Tapi kurang seksi. Pimred gak mau angkat. Kurang sensasional.

Gak kaya agama.

Gak kaya wanita dan kemiskinan.

Gak kaya film gua.

"Gue gak tahu mau jadi apa, tapi gue tahu gue mau ngapain. Kalau misalnya pemerintah berjalan dengan semestinya, kerjaan yang gue pengen itu ya di pemerintahan. Tapi sementara ini gue di UI dulu soalnya mereka ngebolehin gue bikin lab."

Dan cerita-cerita lain yang gue gak ngerti: betapa menyenangkannya mencoba menjernihkan sungai. Dan betapa cantiknya Keira Knightley.

Not my type.

Of all the clothes, dia pake kaos putih.

Monyet.