Selasa, 24 Mei 2011

Remember This

Remember when
There was no one that you wanted more


Tid, hari ini ngap? Kalau udah nganggur kabarin gue ya.

Don't go
You know you'll break my heart
She won't love you like I will


Muak gw. Lo gak butuh gue. Gw gak butuh kalian.

I'm the one who stay
When she walks away


Lo urus aja sendiri! Gue dibayar juga kagak.

And you know I'll be standing here still.

Tid, masih nganggur gak? Gue jemput ya.

I'll be waiting for you
Here inside my heart
I'm the one who wants to love you more

Royalti Oktober '08 - Maret '11
Netto penjualan : 2254 x Rp 26,000 = Rp 5,860,400

can't you see I can give you
everything you need


Royalti Bruto Oktober '10 - Maret '11 = 218,000
PPh 23 Royalti (15 %) = 32,760
Royalti Netto yang diterima Rp 185,640.00

let me be the one to love you more

Royalti sudah dibayarkan tgl 27 April 2011 dengan sistem payroll (tanpa bukti setoran)

see me as if you never knew
hold me so you can't let go


No worries. Salah gue kok dah ikut2an kerjaan lu. Aku yakin kau pasti berhasil with or without me. You got the gifts of it.

Just believe in me
I will make you see
all the things that your heart need to know


Tid, ter-attach ini example buat kontrak para crew. Udah banyak yang gue edit, tidak pake eklusifitas berlebihan, sekedar dokumen kerja yang valid saja.

Kalo gak ada revisi, besok lu yang tandatangan.

Some way all the love that we had can be saved

Aku minta 1 aja. Not to bother me for the rest of my life. Thank you in advance.

Whatever it takes we'll find a way

Tiiiid gw nginep hotel aja deh..mumpung dibayariiin. Next time nginep d lo yaa.thx..

Believe me
I will make you see
All the things that your heart need to know


Take me back in the arms I love
I will need you like I did before

Senin, 23 Mei 2011

Sejahtera

Kami punya keluarga. Kami punya tanggung jawab. Kami punya mimpi.

Kami ingin sejahtera. Gak mau gini terus.

Bolehlah dulu kita sama-sama susah. Tertawa-tawa bersama di dalam derita. Tapi ketika kamu punya X Trail dan kami masih susah, jangan benci kami ketika kami pindah ke lain hati.

Kami punya keluarga. Kami punya tangung jawab. Kami punya mimpi.

"Jadi tolong ya lo perhatikan kesejahteraan kami," kata kami.

Kedatangannya melengkapi tim production manager, membuat PM berasisten dua. Sementara sutradara memble karena para asistennya belum juga resign.

"Sekarang team gue udah lengkap," kata PM belagu.

"Lo mau minta apa? Asal kesejahteraan terjamin, beres!" sambung si asisten tak kalah belagu.

"Minta pacar," jawabku.

Dan mereka kembali bekerja, kembali ke bumi.

Pura-pura gak denger.

Minggu, 22 Mei 2011

Kepompong

7.5 juta.

Gue diam, tidak me-reply quotation pembuatan corporate identity PT Kepompong Gendut.

I would love to pay him 7.5 juta, but I don't have the money. Mungkin saat ini gue coba-coba gambar sendiri.

Jelek.

"Itu kan karena lo nanya tarif biasa gue berapa. Kalau ama lo, bisa lebih murah," katanya.

Menawar, gue gak rela cause I know how good he is.

7.5 juta untuk dia sudah jauh lebih murah.

Visi misi Kepompong Gendut : muda kaya raya, mati masuk surga.

Bagaimana mungkin kalau nawar harga mulu?

Kita nggak bisa begini terus. Justru karena teman, bayarannya harus lebih mahal. Gak boleh di bawah pasar.

"Lo kasih gue kerjaan deh, Tid. Lo bikin divisi desain," katanya.

"Lo bikin firm desain sendiri aja!!!" saran gue heran.

Dia masih mau belajar dulu. Rela menjadi junior desainer dan dimaki-maki di usia 29 tahun.

"Lo gak ada tagline-nya, tid?" tanyanya.

"Mengubah ulat gendut menjadi kupu-kupu gendut?" tanya gue.

"Huahahhaa. Ntar kalau udah kupu-kupu, lo ditinggalin dong?"

Exactly. Gue gak mau mereka ama gue terus.

Gue gak pengen punya kru in house. Gue pengen bikin film cukup 6 bulan per tahun, sisanya hura-hura.

Tapi kru-nya digaji cukup untuk setahun.

6 bulan itu mereka bisa ngelakuin apa pun yang mereka mau.

"Gue pengen jadi aktor," kata astrada.

"Gue pengen punya yayasan untuk filmmaker baru," kata asisten produser.

"Gue pengen jadi dosen," kata LP.

"Gue pengen masak," kata art director.

Go ahead! Gue akan sangat berbahagia melihat kalian semua jadi kupu-kupu.

Dan jika 6 bulan kemudian, kalian memutuskan gak ingin balik lagi ke kepompong, gue tetap akan berbahagia.

"We shelter you, so you can fly away."

Tagline Kepompong gendut.

Ass Producer

Menurut gue, kriteria asprod-nya harus:
1. Mengerti proses produksi film, development to distribution. Tau gambar besarnya.


"Still photo harus beda ama photo behind the scene, Tid! Ntar lo repot kalau mau pake buat poster," kata the 'ass'.

"Oh gitu? Gue mau posternya studio aja kok."

"Oh kalau gitu bisa. Pas libur kan? Ada nih anak IKJ."

"Yang Bandung aja deh."

"Ntar gue cariin."

Hmmmm...

2. Komunikasi bisnisnya bagus, bisa promosiin film dari awal (back up elu terutama waktu tahap development-post pro), supaya konsentrasi kreatif sutradara gak pecah.

"Ntar pas shooting kita udah undang wartawan aja."

"Emang mau ya?"

"Yang temen2 aja wartawannya. Banyak."

Hmmmm...

3. punya network resources yang luas

"Lo production assistant mau yang kaya apa? Runner, maksud lo?"

"Gue mau yang beneran serius di film. Biar ntar ada regenerasi, jangan gue-gue mulu jadi sutradara."

"Yang masih sekolah gak apa-apa? Gue banyak."

Hmmmm...

4. Gaul di dunia film indo

"Eh itu kan mas Sapto, dia maen juga?"

"Siapa sih Sapto?" tanya gue.

"Mas Sapto! Masa lo gak tau? Dia udah maen banyak banget."

Hmmmm...

5. Taste filmnya sama dengan elu (supaya dia confident)

"Lo tau Yasmin Ahmad gak???"

"Hah?!?!??! Gue tuh suka benget semua filmnya. Blognya juga! Sejak gue ketemu dia pertama kali di Jogja."

Hmmmm...

6. organisatoris ( jadi elu gak capek ntar)

"Surat tanda terima itu penting banget, walaupun intern. Kalau nggak, ntar sesama temen bisa bilang : nggak kok, gue belon nerima!"

Hmmmm...

7. Harus bisa jadi koordinator post pro, soalnya waktu cin(T)a lumayan ribet ngatur traffic post pronya kan (musik, dubbing, dll)

"Ntar kita kinetransfer di Eltra aja. Suaranya di Inter. Yang udah kenal aja."

Hmmmm...

Syukurlah. Tampaknya gue gak perlu dilempar Birkin Bag untuk dapat asisten produser yang handal.

"Eh tapi lo jangan bilang siapa-siapa gue mau resign ya!"

Dug!

cast Demi Ucok

Geraldine Sianturi
Saira Jihan
Sunny Soon
Boniboni binti Soniboni


"Daripada Boniboni binti Soniboni, mendingan Malika Avani. Beda-beda tipis sama Sharifa Amani," protes emaknya.

Beda 28 tahun ama gue. Pas banget! Ntar doi 18 tahun, udah gue cup jadi artis gue.*

*Terms and conditions apply.

Kalau hidungnya gak kaya bapaknya.

Aminnn.

Sebelum 18 tahun, cukuplah doi muncul beberapa scene. Jadi anaknya Niki.

"Hah!!! Kok ada adegan menyusui???" protes Niki.

Pas nerima script, dia cuma wanti-wanti gak mau ada adegan ciuman. Gak bilang apa-apa tentang dada dan sekitarnya.

Too late, babe.

"Kalau yang maen jadi emaknya Gloria Sinaga siapa, Tid?"

Emak gue.

"Hah? Serius lo?" jawab Niki gentar.

Teringat mak-mak gondut dengan 2 dayangnya yang menggonggongi Niki selama shooting cin(T)a.

"Awas aja kalau ntar doi yang tiba-tiba menang piala, huahahahhaha," tambah Niki.

Damn.

Bisa-bisa tercapai cita-cita emak gue.

Maen Arisan 3.

40 K

"Mencari Semut Merah" : judul album foto survei lokasi Demi Ucok yang pertama. Gak ada hubungannya dengan semut merah.

I knew this would happen ketika pertama kali gue mengizinkan Sijarajiri bergabung dengan Sunny Soon menjadi admin facebook cin(T)a the movie. Facebook cin(T)a dicemari lirik-lirik Dedi Dores.

"Lho? Nyambung kan? Survey artinya mencari. Dan akhir2 ini banyak yang nanyain apa arti semut di fb cin(T)a," tangkis Sijarajiri, gak mau ganti judul album.

Malu aku malu.

Tapi sejak Sijarajiri bergabung jadi admin, angka like bertambah jadi di atas 40,000.

"Kok foto ulang tahun gue dimasukin?" protes gue. Sengaja tanggal ulang tahun diilangin dari fb, eh Sijarajiri malah posting foto ulang tahun di fb cin(T)a, dibaca 40 ribu orang yang belum tentu kenal gua.

"Gak apa-apa, lebih dekat lebih baik," kata Sijarajiri kepala batu.

"Kok Kak Sammaria gak pernah posting sih di fb cin(T)a?" tanya salah satu penonton cin(T)a di fb gue.

Mungkin takut.

Takut kalau kalian tahu gue yang sebenarnya, gak akan ada lagi yang mau nonton film gua.

Mungkin heran.

Heran kenapa kalian masih mau nonton film gua.

Mungkin takabur.

Takabur karena kadang-kadang lupa ini bukan film gua.

Tobat!

Demi cin(T)a 100 K.

Rabu, 18 Mei 2011

2012

Kinetransfer pertamaku: menyaksikan goyangan DV PAL Ayu Riana di-stretch jadi 1920x1080. Wajahnya jadi 3 warna tanpa gradasi dan ujung-ujung pinggulnya jadi bergetar.

Akibat buta work flow kinetransfer.

Seharusnya DoP tidak membuat warna yang melewati batas over dan under. Seharusnya editor tidak berusaha membuat warna cantik dan kontras dengan color grading. Biarkanlah gambar apa adanya tanpa kehilangan detail di area hitam dan putihnya agar colorist kinetransfer bisa dengan leluasa merekayasa warna, dibantu Da Vinci 10 milyar dan monitor seharga Inova-nya.

"Produser Indonesia banyak yang gak aware akan hal ini. Mereka maunya warnanya udah cantik duluan pas online. Jadi pas dikasihin ke kita, gak bisa diapa-apain lagi," kata mas colorist baik hati yang memperlihatkan contoh-contoh film yang dibuat dengan kamera ramah filmmaker pemula : 7D, 5D, dan Z3.

Padahal prouser gakperlu nambah duit. Coloring ini sudah termasuk dalam paket kinetransfer yang tidak ramah filmmaker pemula.

"Kemaren quotation-nya 350 juta," kata asisten produser. Working Girls akhirnya dapat lebih murah. Di bawah 100.

Karena dokumenter?

Karena nama produser.

Oh.

"Itu baru kinetransfer. Belum bikin copy. Setidaknya 30 copy biar bisa diputar serentak di 60 bioskop."

Another 300 juta.

Total 650 juta, semahal bikin filmnya.

Dapat dari manakah 650 juta ini?

Ngumpulin 100 ribu dari 10 ribu co-producer?

"Kok kayanya lebih gampang ngumpulin sejuta dari 1000 orang ya?" kata Senior Relationship Manager yang banyak ketemu nasabah milyaran.

Gimana kalau 2012 orang aja?

"Tapi kan kita mau launchingnya 2011," kata produser.

"Sebenernya emang cuma 2011 orang, hanya si produser dihitung 2," kata komisaris utama.

Monyet!

2012, akankah jadi kiamat? Ataukah jadi tahun berkat?

Selasa, 17 Mei 2011

Maka Tak Sayang

Selamat datang di gerbang marhamah.

"A, ari gereja Palalangon teh palih mana?" tanya Beruang Ciwidey. Jangan sampai Mak Gondut lagi yang nanya jalan. Suaranya terlalu tinggi untuk ukuran Sunda-Sunda Cianjur.

"Teras ka lebet, mentok, ka kiri."

Hari ini program komunikasi intens Mak Gondut, DoP, dan astrada diisi dengan jalan-jalan ke Raja Mandala. Mak Gondut diundang maen wayang ke anak-anak kecil di perbatasan Cianjur.

Di antara sawah, danau, dan mesjid, gereja itu berdiri.

Tak hanya satu. Dua.

"Pasti susah pisan bikin gereja di sini," kata si Beruang Ciwidey mengigat gereja di kampungnya hanya diisi Batak dan Cina. Sekarang sudah tinggal Batak, karena muallaf lebih menguntungkan secara bisinis.

DoP di dalam memvideokan Mak Gondut eksis bermain wayang. Gue dan Astrada Beruang duduk-duduk menikmati alam.

"Dulu gue memandang sebelah mata ama orang Batak," kata Beruang Ciwidey. Lahir dan besar di Ciwidey, satu-satunya Batak yang dikenal Beruang adalah seorang ibu-ibu penjual warung yang suka teriak-teriak dan makan anjing.

Dulu, kalau menyuruh orang ke warung, Beruang berkata, "Eta meuli ka si Batak."

Setelah jadi astrada cin(T)a : "Itu beli ke si Tante."

Sepanjang jalan pulang, Mak Gondut bercerita tentang betapa pentingnya madu bagi anak si Beruang yang masih satu tahun, betapa Israel-Palestina bukan tentang suku atau agama, betapa banyaknya suku Beduin Muslim yang tinggal di kaki Gunung Tabor, betapa lucunya tour guide-nya di Israel yang ternyata Muslim Palestina, dan betapa baiknya Tuhan yang selalu menolong hamba-Nya yang berusaha.

"Mak lo seru juga ah diajak ngobrol," kata Beruang Ciwidey.

Ya kalau dua jam. Dua bulan ok lah.

Coba 28 tahun.

Tak sabar menanti Demi Ucok dengan cast Batak dan crew Sunda.

welcome!

Guys, kenalin. Ini yang akan kita siksa jadi Gloria Sinaga di film Demi Ucok ini.

Di email ini gue attach script film draft terakhir ya. Tolong dipelajari dan dihapalkan sebelum kau ke mari. Kalau gak mau dijambak sutradara.

Mulai saat ini , kalau ada apa-apa, tolong cc ke semua anak ini yaaaa. Biar responsenya lebih cepat. Yey tahu kan ai sibuk banget. Gak ada waktu buat yey.


XOXO



Everyone, please welcome her. She will be Gloria's favorite director.

Please note that she has accepted our offer in its entirety with a promise:

1. That she will get to wear nice clothes & shoes provided by our wardrobe dept, which she won't take home. >>> Please inform our fabulous designer on this. No more baju kurung!

2. She can only promise her 100% commitment for 3-4 days not more as she has unfinished business at NUS which has a 5 august deadline:( >>> Please make sure that all her scenes will be shot within this 3- 4 days. Or if it can be 1 day, it will be better. So she can spend the other 3 days meni pedi and enjoy the nice cafes around Bandung.


XOXO



Guys, kenalin. Menurut IMDB, di cin(T)a kemaren dia jadi karakter ke tiga (T)ukang baso. Kali ini dia akan jadi penghuni penjara bintang 5! Tinggal pake wig dan kacamata, Gayus pun kalah lomba mirip Gayus.



XOXO



Guys, kenalin. Ini A Cun, biasa dipanggil Cina. Mulai sekarang panggil A Cun yaaaaa.

A Cun, kita udah kangen banget ama lo.



XOXO



Guys, kenalin ini yang akan jadi Niki. Jangan panggil Annisa lagi! Karena kali ini kita akan bekerja keras untuk membuka the real doi yang jiji banget.

Jangan sampai dia kelihatan cantik di film ini.



XOXO



"Kontraknya udah ada belum, Tid?" tanyanya.

"Belum ada nih. Pinjem punya lo dong."

"Bukannya harusnya produser yang ngasih kontrak ya? Kok ini gue yang ngasih kontrak?"

"Namanya juga kepompong bo. Belum kupu-kupu."

"Ya udah ntar malem gue email. Tambah honor ya!"


XOXO

Minggu, 15 Mei 2011

Death

Ayah seorang teman meninggal.

"Umur berapa?" tanya papi.

"Di atas 70an," jawab gue bohong. Takut papi tambah sensi.

Papi kembali menyimak pendeta. Lima menit kemudian, sudah tertidur. Gue nggak membangunkan, cuma ngeliatin muka Papi yang semakin tua.

Di Demi Ucok, karakter bapak diceritakan sudah mati.

Tapi fotonya tetap terpajang di ruang tengah.

Foto Papi menggendong Manohara. Papi tersenyum manis, beda banget dengan Papi sehari-hari.

"Gue gak rela banget kalau papi lo bikin mati. Dibikin dines ke mana kek! Lagi ngunjungin anak ke amerika kek!" kata Mama Singa protes, seakan-akan ini memang cerita Papi. Cerita Mami. Cerita gue.

Ini kan bukan tentang papi. Bukan tentang mami. Dan bukan tentang gue.

Kalau bapaknya masih hidup, Gloria dan mamanya gak akan pernah kesulitan uang. Pasti bapaknya melakukan apa pun demi keluarganya. Nah lho! Trus dramanya di mana?

We need drama. Namanya juga film.

"Aku juga gak rela!" sambung Sijarajiri. "Masa si Manohara yang maen? Si Kubuslahhh!!!"

Tapi gak jadi karena status kepemilikan Kubus belum jelas. Kubus anjing orang yang gak rela kita kembalikan. Masa anjing seganteng Kubus dikurung di atas genteng ?

Dang maradat!

Belum mulai, sudah banyak intervensi cerita. Inilah akibatnya kalau membuat cerita tentang keluarga.

Emang kenapa sih kalau papi dibuat mati?

Kenapa kematian begitu menakutkan? Sooner or later everyone does.

Banyak berkat yang didatangkan kematian. Dia dikelilingi berbagai teman yang rela membatalkan kerjaan demi nemenin dia. Saudara dari berbagai pelosok Indonesia pun berdatangan memenuhi karpet-karpet yang menghampari ruang tengah. Keluarga saudaranya yang tinggal terpisah di Makasar dan Batam jadi ada kesempatan bertemu.

Kematian yang mempersatukan.

"Kalau sekarang sih belum kerasa, coba ntar kalau orang2 udah pada pergi," kata seorang teman mengenang kematian ibunya sendiri beberapa waktu lalu.

Datang sendiri, pergi sendiri.

Walau Papi sendiri.