Kamis, 19 Oktober 2017
Cukup Adanya
Siapa yang percaya
Kita cukup apa adanya
Pasti sangat beriman
Atau kaya tujuh turunan
Tenang
Tenanglah wahai pendongeng
Jangan takut, jangan cengeng
Tetaplah bercerita
Biar aku urus sisanya
Satu Diwali
Satu Diwali terlewati
Hanya karna gak percaya diri
Lebih mudah silaturahmi
Tanpa beban promo diri
Hujan
Hujan di sawah bawa kehidupan
Hujan di kota bawa kemacetan
Taik dan lumpur dipersatukan
Membuat Nike enggan berjalan
Kenal
Aku suka dikenal
Dan bersama yang terkenal
Tapi sekarang jaman digital
Lebih waras coba mengenal
Hati dan Piti
Bagaimana gak ngambil hati
Kalau bikinnya pakai hati
Kita semua butuh piti
Jangan diri teratur piti
Tawaran
Tawaran-tawaran berdatangan
Meruntuhkan keangkuhan
Kita semua berkekurangan
Apa guna merendahkan
Tragedi Komedi
Komedi hanya tragedi yang ditertawakan
Apa guna berlagak sopan
Dan berharap selalu mapan
Menertawakan membebaskan
Rabu, 11 Oktober 2017
Budak Kebodohan
Wanita jangan jadi budak kebodohan
Aku terkikik pelan-pelan
Menyaksikan ibu kita tersedu-sedan
Diiringi pertanyaan Mbak Nan
‘Why the hell all the women cry?’
Waktu
Enam tahun berlalu
Sebentar lagi tujuh
Menghitungnya membunuh
Lebih baik lanjut mengayuh
Postingan Lebih Baru
Postingan Lama
Beranda
Langganan:
Postingan (Atom)