Senin, 12 Desember 2016

Sungut

Jangan habiskan hari
Merengut dan bersungut-sungut
Lebih baik kita menari
Sambil ngecilin perut

Ayam Lesbong

Ayam-ayam lesbong dipersatukan
Di kotak indomie di uber belakang
Kenapa satu kata bisa menyakitkan
Jika diucapkan tanpa kasih sayang

Penista-penista

Penista penista kapan kau paham
Takkan geram kasih kau sebut haram
Tak akan mampu kasih kau bungkam
Karena kasih bukan pendendam

Gosip

Gosip-gosip di belakang
Membuat jiwa penat bertualang
katakan, maafkan, lanjutkan
Mimpi hanya datangi yang senang

Tua-Tua Pemimpi

Kita ini tua-tua pemimpi
Mengais bangga di remah harapan
Apa tak lebih baik puas diri
Bahagia tak dilahirkan kemuliaan

Kasih Diri

Kasihilah sesamamu manusia
Seperti dirimu sendiri
Apa pulak itu cinta sesama
Jika diri saja tak dimengerti

Minggu, 04 Desember 2016

Secukupku

Berapakah secukupmu
Beginilah secukupku
Yang kurang harus lapar
Yang lebih harus dibayar

Ingin

Semua ingin dihargai
Didengarkan atau dipuji
Apalah rugi memuji
Jika kita jadi sehati

Pilihan

Setiap kunyahan itu pilihan
Menjadi lemak atau kekuatan
Setiap kata itu harapan
Menjadi duri atau penghiburan

Bangga

Kenapa hatimu tak lagi bangga
Bukankah cukupmu lebih berharga
Dari sekedar piala
Dan rumah di PIK dua