Jumat, 07 Juni 2013

Sahabat

"Lo catet kata-kata gue. Gue punya feeling kita pasti nanti jadi sahabat," katanya yakin. Setelah merangkak dari bawah di industri showbiz, dan berkali-kali gagal dan tertipu, dia lebih memilih mengikuti kata hati daripada otak.

Tapi hati harus dilatih, dengan tiap hari meditasi.

Senang sekali kalau bisa bersahabat dengan dia. Artisnya hanya 12, tapi berkualitas.

"Kayanya semua orang sahabat dia deh," kata sahabat gue yang mengamati tweetnya.

Kembali ke bumi, gak lagi geer.

Kamis, 06 Juni 2013

IQ 75

"The World will never be the same once you see it through the eyes of Forrest Gump."

Pertama kali gue melihat dunia melalui pandangan Forrest Gump, gue SMP kelas 1. Gue tertidur di bioskop murah dekat Pasar Kosambi yang sekarang sudah tidak beroperasi lagi. Baru bangun ketika Jenny bercinta dengan Forrest Gump dan pergi begitu saja di pagi hari. Atid kecil tidak mengerti kenapa ada yang mau bikin film tak happy ending seperti ini.

19 tahun kemudian, gue kembali melihat dunia lewat mata  Forrest Gump lagi. Dua setengah jam berlalu penuh tawa haru dan diakhiri dengan gue pengen bikin film kaya gini.

Dunia di mata Forrest Gump sangat sederhana. IQ-nya 75. Forrest gak akan bisa masuk sekolah dasar biasa kalau saja Sang Mama tidak 'ee ee ee ee' sama Pak  Kepala Sekolah.

Forrest kecil tidak bisa berjalan lurus tanpa bantuan kawat kaki. Tapi Mama selalu bilang Forrest itu berbeda memang begitu seharusnya. Kalau Tuhan mau menciptakan semua orang sama, semua pasti diciptakan dengan kawat kaki.

Di akhir film, gue menyadari IQ 75 ternyata berkah luar biasa bagi Forest. Pikirannnya tidak cukup kompleks untuk menciptakan skenario buruk sangka. Dia hanya jalani hidup dengan hati lurus tanpa pretensi.  Tau -tau dia jadi bintang football kuliah, pahlawan perang Vietnam, juara pingpong sampai ke Cina, milioner udang, nabi berlari, sampai pemilik saham perusahaan Apple yang dikiranya memproduksi buah-buahan. Jualan 'buah' ini membuatnya tak pernah harus mencari uang lagi.

Terberkahilah semua yang ber-IQ rendah, karena mereka tidak tahu apa yang harus mereka sombongkan.

Setelah melihat dunia di mata forrest Gump ke dua kalinya, Atid 30 tahun memang tidak lagi sama. Dunia terlihat lebih sederhana. Tidak perlu dipahami, hanya perlu dijalani.

Sayangnya IQ gue 161, sehingga semua yang datang pasti diproses dan dianalisis dan tak jarang menghasilkan kemungkinan-kemungkinan ke depan yang menakutkan.  

"Kerjakan saja apa yang sudah Tuhan berikan," kata Mama Forrest sebelum meninggal, tanpa mengutip khotbah-khotbah rumit tentang talenta.

Gue pengen bercerita seperti Forrest Gump.

Hi, I'm Sammaria. Sari Astrid Mananda Maria.

The Wizard

"Mending 1 menit pertama dibuka dengan premis film ini. 4 gondut pengen kurus biar menang taruhan ke Turki."

Komen begini sih masih terbayangkan.

Fiuh. Setelah  minggu lalu dikirimi email undangan duduk bareng melihat rough cut Demi Turki, meeting hari ini berbuah senyuman.

Semua terselamatkan berkat seorang penyihir yang menyamar jadi graphic designer.

Erickson.

Di dunia film di mana kesan pertama dan branding itu penting, Erickson tampil tanpa banyak bicara.

Tau-tau karyanya menebus dosa kami pada Kompas TV.

Ntar gue tambahin bonus deh buat Erickson.

Duit dan sesosok Boru Hutapea.

Selasa, 04 Juni 2013

4 Tahun Lagi

"Manusia itu jatahnya 70 tahun, kalau lebih itu anugerah,"  kata Papi mengutip Daud.

Papinya Papi meninggal umur 68. Tahun ini Papi 66.

Papi berencana menghabiskan 4 tahun ini dengan jalan-jalan berdua bersama mami. Minggu depan ke Manila.

Tinggal India dan Myanmar, lengkap sudah cita-cita Papi mengunjungi dunia.

"Tapi kan Opung Mak umur 90an belum meninggal, Pi," jawab gue, risih ngobrolin kematian dengan papi sendiri.

"Ya papi sih doainnya dia cepat-cepat meninggallah. Kasian.Sekarang udah gak bisa apa-apa. Tidur terus," jawab Papi sambil menerawang.

Gue tidak mendoakan papi cepat-cepat meninggal. Tidak juga mendoakan umur panjang.

Katanya mati adalah keuntungan, jadi kematian tidak harus ditangisi, tapi disambut dengan perayaan.

Tapi seringkali gue lupa. Tidak hanya kematian yang harus dirayakan. Hidup pun demikian.

Yuk ke Myanmar.

Power Walking


Sepuluh ribu langkah per hari ternyata tidak sulit di Korea. Tanpa usaha, tiap hari pedometer gue menunjukkan angka 11-12 ribu. Kembali ke Bandung, angkanya kembali menjadi 4000-5000.

Di sela-sela deadline seperti ini, tidak mungkin olahraga. Jeleknya kantor di rumah, tidak ada kewajiban power walking memenuhi kuota langkah per hari.  Solusi yang bisa gue lakukan adalah minum air sebanyak-banyaknya agar tiap jam gue harus pipis. Lumayan jalan melintasi kantor ke kamar gue  bolak balik dapat 500 langkah.

Tapi kan sehari gue gak mungkin pipis 20 kali. Paling 10. Karenanya pedometer tak pernah mencapai angka 6000.
 
Kalaupun gue jalan ke luar, belum tentu sehat uga.  Metabolisme lancar, tapi paru-paru dipenuhi polusi udara hasilpembakaran angkutan kota yang bebas uji emisi.

Ah nasib pekerja film tanpa asuransi jiwa seperti gua. Kesehatan menjadi penting karena gue pengen mati tanpa melewati pembakaran uang di rumah sakit. Gue pengen mati sehat plek di hari tua tanpa perlu pompa ini pompa itu dengan biaya ratusan juta.

Mungkin gue harus berhenti melangsingkan Mas Yusuf dan mulai ngepel kamar sendiri.

Another Fat Funny Girls

Tiap episode, gue dapat baju baru dari Lazuli Sarae. Desainnya edgy dan membuat gue terlihat berbudaya.  Satunya 600 ribu jadi kecil kemungkinan  ketemu Mbak-Mbak salon Anata berbaju sama.

Ternyata enak juga di depan kamera. Dapat banyak barang gratisan.

Dapat gym 6 bulan gratis juga!  Kayanya gue di akhir Demi Turki beneran melangsing nih.
 
"All just for the the free gym?" tanyanya concern.

Dia sudah melihat banyak sekali program TV yang membuat wanita tambah terobsesi untuk kurus dan gak suka badannya sendiri. Betapa besarya dosa gua kalau gue manambah daftar acara yang membenarkan kalau cantik itu harus kurus.

Memangnya kenapa kalau gendut?

Kegemukan adalah indikasi kalau gue punya masalah. Bisa fisik, bisa psikologis. Buat gue, gak ada masalah fisik. Gue gak pernah mencapai berat ideal karena gue pemalas dan gak sayang ama badan gue. Gue terlalu stres untuk tidak berembunyi di balik gula-gula dan karbo lainnya.

Tapi  biar gue bisa melangsing tanpa menimbulkan depresi baru, gue harus sadar betul kalau gue gak perlu berubah.

I don't have to be happy. I don' have to be healthy. I dont have to lose weight.

But I do want to. Cause I have the power over my body.

Hati-hati lo pada nambah naksir.

Pemungut Cukai

Digibeta Demi Ucok yang dikirim pulang dari Festival Amsterdam ditahan di bea cukai. Katanya film ini tergolong barang impor, dan harus membayar bea cukai film sebanyak 12 juta.

Impor? Ini kan barang gue yang dikembalikan festival. Bukan buat diperdagangkan. 

Ternyata semua barang yang masuk ke Indonesia dianggap barang impor.

Peraturan bea cukai entah buatan menteri pintar mana yang gak masuk logika ini benar-benar merusak hari. Satu hari gue dihabiskan bolak balik Bea Cukai dan Fed ex  melalui  panasnya cengakreng.

Drama bea cukai ini menambah daftar panjang kisah kelam perfilman Indonesia yang belum untung sudah dipajak. Boro-boro memimpikan pemerintah mengembalikan pajak tontonan dengan menyekolahkan filmmaker, atau memberi subsidi bikin film seperti negara-negara beradab lainnya, filmmaker di ini malah dibebani pajak berlipat even sebelum filmnya untung.

Pas minjem alat, bayar pajak. Pas nyewa kru, bayar pajak. Bikin copy distribusi film, bayar pajak. Pas jualan tiket di bisoskop,  bayar pajak. Jual ke TV, bayar pajak.

Tidak ada duit yang tidak dipalak kawanan Gayus Tambunan dan dkk.

Baru tahu kenapa di Alkitab, pemungut cukai digolongkan kepada kawanan terhina bersama perempuan Sammaria.

Tiba-tiba datang pemberitahuan dari Bea Cukai, kali ini digibeta Demi Ucok dilepaskan. Lain kali jangan lupa memberi tahu kalau barang itu akan diimpor balik.

Perempuan Sammaria melengos. Sesama pendosa tidak boleh saling menghakimi.

Pijat Kurus


"Ayo kita ke pijat kurus...

Badan Kurus tanpa usaha..."

Chica bersenandung riang, siap-siap dipijat kurus.

Siapa bilang Pijat Kurus tanpa usaha?  Pertama kali gue pijat kurus, gue langsung curiga sejak di ruang tamu gue dihadang foto A1 pemilik klinik yang tak kurus.

Masuk ke dalam ruangan, gue dijajarkan bersama deretan ibu-ibu berlemak telanjang telungkup dan dipijit-pijit dengan tidak berpri-kelemakan. Yang terperas tidak hanya  lemak tapi juga sel-sel  darah putih dan sisa-sisa kesabaran. 

Pulangnya gue dibekali obat-obatan yang konon tidak membuat lapar berhari-hari. Memang benar tidak lapar.  Tapi di hari ke tiga selangkangan mulai dihadiri bercak-bercak darah padahal belum waktunya datang bulan.

Bisa kurus tanpa usaha? Bisa! Hanya bayarnya pakai sedikit liver dan sedikit ginjal.

Mungkin lebih baik berusaha, agar kita teap bersenandung riang dengan ginjal dan liver yang sempurna.

Senin, 03 Juni 2013

Jamila


Oh... da Jamila da Jamila da bintang pilim India
Boru Ni kalibat parumaen ni pandita
Asa godang do halak sega dibahen ho da Jamila
Diriphu anak boru ape naung ina-ina, oh Jamila...

Namanya bukan Jamila, tapi Imelda. Dia bukan bintang pilim India. Bukan anak kalibat, apalagi menantunya pendeta.

Tapi banyak laki-laki patah hati dibuatnya. Banyak yang tertipu mengira dia masih anak gadis, ternyata sudah ina-ina.

Tapi dulu.

Sekarang  Imelda bergoyang asyik diikuti lagu Jamila.  Walaupun dengan badan yang dua kali lipat masa lalu,  percaya dirinya masih seperti Imelda versi kilo 57.  Goyangnya gak kalah sama bintang pilim India.

Terbayang Imelda jadi bintang video klip Jamila di  Demi Turki. Harus banget ada lagu ini.

Hanya ternyata Jamila ini gak tahu siapa yang punya. Ada yang bilang Roy Sagala. Tihang Gultom. Ada juga yang bilang NN. 

Oh Jamila... Jamila. Ternyata tak hanya kamu yang membingungkan dan diperebutkan banyak lelaki. Lagumu pun demikian.

Patah Hati dan Herbalife


"Aturannya kan harus sehat! Gak boleh pakai obat-obatan," kata Bang Deden mengingatkan aturan maen Demi Turki mendengar Melda minum Herbalife tiap hari.

Dalam 8 bulan, kami harus turun 15 kilo seorang. 2 kilo sebulan seharusnya tidak mengancam kesehatan. Tapi 4 bulan berlalu, dan ternyata 4 Gondut belum juga mengurus.  Kecuali Atid yang patah hati dan turun 6  kg dalam seminggu.

Untung saja patah hati tidak termasuk dalam obat-obatan terlarang dalam pertaruhan Demi Turki, sehingga Atid tetap bisa melenggang kurus tanpa kena diskualifikasi.

Sekarang tinggal 4 bulan lagi. Sebenarnya menurunkan 15 kg dalam 4  bulan pun masih tidak membahayakan kesehatan. Dengan kedisiplinan dan olah raga, 4 kg sebulan bisa dicapai tanpa Herbalife.

"Ini kan herbal, bukan obat-obatan," tangkis Melda.

Akhirnya Deden menyerah. Asal tidak dikonsumsi pagi siang malam sebagai pengganti makanan, Herbalife tetap diperbolehkan.

Tapi gue tetap gak tertarik minum Herbalife. Bukan karena jelek bagi kesehatan tapi karena jelek bagi keuangan.

Pisang Lumut sesisir cuma 9000 ribu, bisa untuk sarapan 4 hari. Sementara Herbalife sehari 30 ribu.

Tapi paling  murah tetap patah hati. Hanya sayang, datang sepaket dengan ambeien.