Sabtu, 14 Januari 2012

mama po papa po

Alkisah di sebuah negeri bernama Simei Green Condo, hiduplah sepasang suami istri yang belum dikaruniai anak. Mama Po dan Papa Po.

Suatu hari seekor burung bangau menaruh sebongkah bayi panda di depan pintu, bersama 6 koper besar. Panda berjanji cuma numpang 3 bulan, sampai dapet rumah lain.

Simei tak lagi damai. Panda pulang bawa teman-teman, yang sama rakusnya kaya panda. Semakin hari, panda semakin gendut, dikasih makan udang sereal dan babi maling ama papa po. Makanan simei selalu habis. tapi papa po dan mama po gak pernah mengeluh.

Tiga bulan berlalu, panda siap2 jurus pura2 budeg kalau ditanya kapan pindah. Tapi mama po gak pernah nanya, panda tetap dipelihara walau panda semakin merajalela.

Panda baru keluar ketika terpaksa mengejar mimpi, berguru ke guru-guru kungfu tersohor di negeri seberang. Tapi kapanpun panda pulang, mama papa po selalu siap ngasih makan.

Hari-hari berlalu, panda sudah bisa makan sendiri. panda semakin belagu. panda mengira sudah siap terbang, udah jago kungfu. siap menempuh hidup baru,gak perlu restu mama po dan papa po.

love or fear.

selama ngikutin cinta, udah pasti gak salah jalan. mama papa po tahu apa?

padahal panda gak ngerti apa itu cinta.

cinta bukan puisi. cinta bukan obsesi bersama terus sampai mati.

cinta itu muntah-muntah kalau yang lain salah arah. cinta itu siap dibenci kalau yang lain salah langkah. cinta itu ngirim pulsa kalau yang lain abis pulsa.

gak perlu bilang-bilang. gak perlu ketahuan.

mama po papa po, anakmu sekarang gak peduli ama orang. cuma seekor panda gendut yang cuma peduli film sendiri.

'Film lo biasa aja. Kalau bukan karena Dia, gak akan film lo digubris orang.'

Mama po papa po...

Panda malu. Gak lagi berani berdoa. Untung mama papa po selau berdoa untuk panda, jadi si panda gak dibinasakan.

Bagaimana mungkin si panda gendut bisa mencintai orang seperti mama papa po mencintai orang? Panda terlalu gendut, rakus, dan berbulu tebal. susah dicubit. susah ditegur.

tapi panda mau berusaha pelan-pelan, biar gak malu-maluin mama papa po. cukur bulu, kurangin makan, pakai telinga, pakai hati.

Pulsa, anyone?

0 komentar:

Poskan Komentar